Rabu, 10 Desember 2014

Identifikasi Anion Karbonat, Bikarbonat dan Tiosulfat


I.        Hari dan Tanggal Praktikum
     Kamis, 27 November 2014
II.     Tujuan
    Untuk mengetahui macam zat penyusun dan zat pengidentifikasi pada anion CO32-, HCO3- dan S2O32-.
III.   Dasar Teori
1.   Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokan dilakukan dalam bentuk pengendapan di mana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan enam kelompok yang namanya disesuaikan dengan pereaksi untuk mengendapkan kelompok ion tersebut. Kelompok ion-ion tersebut adalah golongan klorida (I), golongan sulfide (II), golongan hidroksida (III), golongan karbonat (IV), dan golongan sisa (V) (Anonim, 2010).
2. Analisis anion lebih sederhana dibandingkan analisis kation, tetapi analisis kualitatif anion memerlukan ketelitian dalam melakukan observasi dari gejala-gejala yang timbul. Dalam pemeriksaan analisis kualitatif, pengamatan visual merupakan hal yang penting. Warna menjadi hal penting, karena beberapa ion anorganik dapat diketahui dari warna spesifik yang terjadi (Ibnu, 2002).
3. Semua garam-garam karbonat normalnya larut dalam air, kecuali karbonat dari logam-logam alkali dan amonium. Hidrogen karbonat dari kalsium, strontium, barium, magnesium dan mungkin dari besi, ada dalam air. Terbentuk karena aksi oleh asam karbonat yang berlebihan terhadap karbonat-karbonat normal, baik dalam larutan air atau suspensi yang kemudian akan terurai pada pendidihan larutan.
CaCO3 ↓ + H2O + CO2        →         Ca2+ + 2HCO3­-
Hidrogen karbonat dari logam-logam alkali kurang larut dalam air dibanding dengan karbonat normal. Digunakan larutan Na2CO3 untuk mempelajari reaksi dari ion karbonat (Svehla, 1985:317).
4.  Reaksi pada bikarbonat serupa denhan reaksi dari karbonat. Pengujian dengan reaksi tersebut dapat membedakan antara karbonat dan bikarbonat. Apabila dididihkan, bikarbonat akan terurai:
2HCO3-          →        CO32- + H2O + CO2 ↑
Karbondioksida yang terbentuk dari pemanasan tersebut dapat dikenali dengan air barit atau air kapur. Dalam mempelajari sifat reaksi ion bikarbonat dapat digunakan larutan NaHCO3­ (Svehla, 1985:319).
5.   Kebanyakan tiosulfat larut dalam air. Tiosulfat dari timbal, perak dan barium sangat sedikit larut dalam air. Banyak dari tiosulfat ini, larut dalam larutan natrium tiosulfat yang berlebihan, membentuk garam kompleks. Dalam mempelajari reaksi-reaksi pada ion tiosulfat, dapat digunakan larutan Na2S2O3 (Svehla, 1985:325).

IV.     Alat dan Bahan

Alat yang digunakan:

-  Tabung reaksi
-  Rak tabung reaksi
-  Pipet tetes
-  Beacker glass 500 ml
-  Penjepit tabung
-  Lampu spirtus


Bahan yang digunakan:

-  Na2CO3
-  NaHCO3­
-  Na2S2O3
-  H2SO4(e)
-  AgNO3
-  Pb(NO3)2
-  HgCl2
-  MgSO4
-  Ba(NO3)2
-  CaCl2
-  HCl(e)
-  FeCl3


V.     Prosedur
1.    Identifikasi Karbonat (CO32-)
a.    Zat + H2SO4(e)            →        keluar gelembung gas CO2
b.    Zat + AgNO3               →        ↓ putih + AgNO3 ekses           →       ↓ kuning
c.    Zat + Pb(NO3)2           →        ↓ putih + CH3COOH              →        larut
d.   Zat + HgCl2                 →        ↓ merah coklat
e.    Zat + MgSO4               →        ↓ putih
f.     Zat + Ba(NO3)2           →        ↓ putih
g.    Zat + CaCl2                     →        ↓ putih
2.    Identifikasi Bikarbonat (HCO3-)
a.    Zat + H2SO4(e)            →        keluar gelembung gas CO2
b.    Zat + AgNO3              →        ↓ putih + AgNO3 ekses           →        ↓ kuning
c.    Zat + Pb(NO3)2           →        ↓ putih + CH3COOH              →        larut
d.   Zat + HgCl2                 →        tidak bereaksi, didiamkan       →        ↓ merah coklat
e.    Zat + MgSO4               →        tidak bereaksi, dipanaskan      →        ↓ putih
f.     Zat + Ba(NO3)2           →        ↓ putih
g.    Zat + CaCl2                     →        ↓ putih koloid
3.    Identifikasi Tiosulfat (S2O32-)
a.    Zat + HCl(e)                 →        bau sulfur, diikuti ↓ putih kekuningan
b.    Zat + Pb(NO3)2           →        ↓ putih
c.    Zat + AgNO3               →        ↓ putih - ↓ kuning - ↓ coklat - ↓ hitam
d.   Zat + FeCl3                       →        larutan ungu, jika dikocok warna ungu akan luntur

VI.     Pengamatan
1.   Identifikasi Karbonat (CO32-)
No.
Pembuatan Reaksi
Pengamatan
1.
Zat + H2SO4(e)
keluar gelembung gas CO2
2.
Zat + AgNO3
↓ putih
↓ putih + AgNO3 ekses
↓ kuning
3.
Zat + Pb(NO3)2
↓ putih
↓ putih + CH3COOH
larut
4.
Zat + HgCl2
↓ merah coklat
5.
Zat + MgSO4
↓ putih
6.
Zat + Ba(NO3)2
↓ putih
7.
Zat + CaCl2
↓ putih

2.    Identifikasi Bikarbonat (HCO3-)
No.
Pembuatan Reaksi
Pengamatan
1.
Zat + H2SO4(e)
keluar gelembung gas CO2
2.
Zat + AgNO3
↓ putih
↓ putih + AgNO3 ekses
↓ kuning
3.
Zat + Pb(NO3)2
↓ putih
↓ putih + CH3COOH
larut
4.
Zat + HgCl2
tidak bereaksi
tidak bereaksi, didiamkan
↓ merah coklat
5.
Zat + MgSO4
tidak bereaksi
tidak bereaksi, dipanaskan
↓ putih
6.
Zat + Ba(NO3)2
↓ putih
7.
Zat + CaCl2
↓ putih koloid

3.    Identifikasi Tiosulfat (S2O32-)
No.
Pembuatan Reaksi
Pengamatan
1.
Zat + HCl(e)
bau sulfur, diikuti ↓ putih kekuningan
2.
Zat + Pb(NO3)2
↓ putih
3.
Zat + AgNO3
↓ putih - ↓ kuning - ↓ coklat - ↓ hitam
4.
Zat + FeCl3
larutan ungu
larutan ungu, dikocok
warna ungu luntur

VII.     Reaksi Kimia
1.    Identifikasi Karbonat (CO32-)
a.    Na2CO3 + H2SO4        →        Na2SO4 + H2O + CO2 ↑
b.    Na2CO3 + 2AgNO3      →        Ag2CO3 ↓ + 2NaNO3
c.    Na2CO3 + Pb(NO3)2    →        PbCO3 ↓ + 2NaNO3
d.   Na2CO3 + HgCl2            →        HgCO3 ↓ + 2NaCl
e.    Na2CO3 + MgSO4         →        MgCO3 ↓ + Na2SO4
f.     Na2CO3 + Ba(NO3)2     →        BaCO3 ↓ + 2NaNO3
g.    Na2CO3 + CaCl2             →        CaCO3 ↓ + 2NaCl
2.    Identifikasi Bikarbonat (HCO3-)
a.    2NaHCO3 + H2SO4     →        Na2SO4 + 2H2O + 2CO2 ↑
b.    NaHCO3 + AgNO3       →        AgHCO3 ↓ + NaNO3
c.    2NaHCO3 + Pb(NO3)2            →        Pb(HCO3)2 ↓ + 2NaNO3
d.   2NaHCO3 + HgCl2       →        Hg(HCO3)2 ↓ + 2NaCl
e.    2NaHCO3 + MgSO4    →        Mg(HCO3)2 ↓ + Na2SO4
f.     2NaHCO3 + Ba(NO3)2                →        Ba(HCO3)2 ↓ + 2NaNO3
g.    2NaHCO3 + CaCl2        →        Ca(HCO3)2 ↓ + 2NaCl
3.    Identifikasi Tiosulfat (S2O32-)
a.    Na2S2O3 + 2HCl          →        2NaCl + H2O + SO2 ↑ + S ↓
b.    Na2S2O3 + Pb(NO3)2    →        PbS2O3 ↓ + 2NaNO3
c.    Na2S2O3 + 2AgNO3     →        Ag2S2O3 ↓ + 2NaNO3
d.   3Na2S2O3 + 2FeCl3       →        Fe2(S2O3)3 + 6NaCl

VIII.     Pembahasan
a.  Larutan AgNO3 dan Pb(NO3)2 merupakan pereaksi selektif pada ketiga anion ini. Masing-masing larutan tersebut apabila ditambahkan pada sampel akan membentuk endapan putih. 
  • Larutan Na2CO3 dan NaHCO3 apabila masing-masing ditambahkan larutan AgNO3 akan terbentuk ↓ putih yang akan menjadi ↓ kuning ketika ditambah AgNO3 berlebih. Sedangkan ↓ putih hasil penambahan Pb(NO3)2 akan larut ketika ditambahkan CH3COOH.
  • Larutan Na2S2O3 bila ditambahkan dengan AgNO3 yang semula terbentuk ↓ putih seketika akan berubah menjadi ↓ kuning, kemudian ↓ coklat, dan akhirnya menjadi ↓ hitam yang disebabkan karena terbentuknya Argentum sulfide.
b.  Penambahan H2SO4(e) pada larutan Na2CO3 dan NaHCO3 digunakan untuk menguji adanya gas yang terbebas dari larutan yaitu gas CO2. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya gelembung-gelembung gas pada larutan. Sedangkan pada larutan Na2S2O3 dengan penambahan HCl(e) ketika dipanaskan akan melepaskan gas SO2 yang dapat dikenali dari baunya dan diikuti dengan terbentuknya ↓ sulfur berwarna putih kekuningan.
c. Penambahan HgCl2 pada larutan Na2CO3 dan NaHCO3 akan menghasilkan reaksi sensitif ditandai dengan terbentuknya ↓ merah coklat. Pada larutan NaHCO3, terjadinya endapan tersebut tidak seketika tetapi didiamkan dahulu beberapa saat baru endapan akan muncul.
d. Terdapat perbedaan pada Na2CO3 dan NaHCO3 ketika ditambahkan MgSO4. Pada Na2CO3 ↓ putih langsung terbentuk saat ditambahkan pereaksi tersebut, sedangkan pada NaHCO3 ↓ putih baru terbentuk sesudah adanya proses pemanasan.
e.  Penambahan FeCl3 dalam larutan Na2S2O3 menghasilkan reaksi sensitif untuk identifikasi anion S2O32-. Hal ini ditandai dengan terbentuknya larutan ungu yang langsung hilang (luntur) ketika dikocok.

IX.     Kesimpulan
Jadi, pada identifikasi anion CO32-, HCO3- dan S2O32- didapatkan hasilnya:
a.    Na2CO3 + H2SO4(e)        →        keluar gelembung gas CO2
NaHCO3 + H2SO4(e)         →        keluar gelembung gas CO2
b.    Na2CO3 + AgNO3             →        ↓ putih + AgNO3 ekses           →       ↓ kuning
NaHCO3 + AgNO3          →        ↓ putih + AgNO3 ekses           →       ↓ kuning
Na2S2O3 + AgNO3          →        ↓ putih - ↓ kuning - ↓ coklat - ↓ hitam
c.    Na2CO3 + Pb(NO3)2       →        ↓ putih + CH3COOH             →        larut
NaHCO3 + Pb(NO3)2       →        ↓ putih + CH3COOH            →        larut
Na2S2O3 + Pb(NO3)2       →        ↓ putih
d.   Na2CO3 + HgCl2              →        ↓ merah coklat
NaHCO3 + HgCl2             →        tidak bereaksi, didiamkan       →      ↓ merah coklat
e.    Na2CO3 + MgSO4            →        ↓ putih
NaHCO3 + MgSO4           →        tidak bereaksi, dipanaskan      →      ↓ putih
f.     Na2CO3 + Ba(NO3)2        →        ↓ putih
NaHCO3 + Ba(NO3)2       →        ↓ putih
g.    Na2CO3 + CaCl2                 →        ↓ putih
NaHCO3 + CaCl2                 →        ↓ putih koloid
h.    Na2S2O3 + HCl(e)             →        bau sulfur, diikuti ↓ putih kekuningan
i.      Na2S2O3 + FeCl3                 →        larutan ungu, jika dikocok warna ungu akan luntur

X.     Daftar Pustaka
1.    Svehla, G. (1985). Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro. Jakarta: PT Kalman Media Pusaka. hal 317, 319 dan 325.
2.    Ibnu. (2002). Kimia Analitik I. Malang: JICA.


Praktikan

Eleonora Geovina Y.D / 114004